Belajar Bisnis dari Nol: Jenis-Jenis Perusahaan yang Harus Diketahui
Di era tahun 80-90-an, kalau kita tanya ke anak kecil usia sekolah apa cita-cita mereka, pasti banyak yang jawab cita-citanya adalah menjadi Dokter, jadi Tentara, jadi Polisi, jadi Pilot, atau bahkan jadi PNS. Entah disadari atau nggak, jawaban mereka banyak dipengaruhi oleh lingkungan pada saat itu, terutama lingkungan keluarga mereka, yang menganggap bahwa profesi-profesi tersebut adalah profesi yang selain layak untuk dibanggakan juga menjadi pintu gerbang untuk menaikan taraf hidup mereka dan keluarganya. Pada waktu itu, profesi-profesi di atas umumnya menjanjikan penghasilan yang dirasa cukup besar dan menawarkan kestabilan dalam hal keuangan. Pemikiran itu sama sekali nggak salah, dan bahkan sampai saat ini pun profesi-profesi itu masih menawarkan keuntungan yang sama.
Tapi sejalan dengan perkembangan zaman, ada beberapa profesi yang mulai bermunculan di kepala anak-anak untuk dijadikan cita-cita mereka. Contohnya, sejak munculnya TV swasta di Indonesia, banyak juga anak-anak yang bermimpi untuk jadi bintang terkenal, baik jadi aktor/aktris, penyanyi, atau bahkan jadi anak band. Selain menjanjikan penghasilan yang luar biasa besar, menjadi bintang terkenal juga menawarkan ketenaran (fame) yang buat sebagian orang adalah sebuah kepuasan tersendiri. Bahkan walaupun sekitar tahun 2010-an pengaruh industri TV sudah mulai menurun, ketenaran masih bisa diraih dengan media lainnya seperti YouTube, Instagram, TikTok, dll.
Tapi buat orang yang nggak terlalu peduli dengan menjadi terkenal, di era 2000-an sampai sekarang kita juga bisa melihat mulai banyak anak-anak yang sudah bercita-cita untuk jadi pengusaha atau memulai bisnis-nya sendiri! Hal ini bukan tanpa alasan, karena dengan dimulainya era globalisasi dan juga era internet, peluang usaha juga mulai terbuka lebar!
Dengan semakin mudahnya akses informasi dan teknologi, generasi muda sekarang memiliki kesempatan untuk mengubah ide-ide kreatif mereka menjadi bisnis yang sukses. Mereka nggak lagi terbatas pada profesi-profesi tradisional, tapi bisa menjelajahi dunia bisnis dengan berbagai macam inovasi dan kreativitas. Bisnis bukan hanya tentang menghasilkan keuntungan, tapi juga tentang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan semangat dan keberanian, generasi muda bisa menjadi pionir dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dan lebih inklusif.
Oleh karena itu, di artikel ini kita akan Belajar Bisnis dari Nol dan membahas tentang apa itu bisnis atau kewirausahaan, mulai dari Pengertian Bisnis sampai Tips bagaimana memulai bisnis.
Apa Itu Bisnis?
Bisnis adalah aktivitas yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk menghasilkan keuntungan. Ini bisa berupa jual-beli barang, penyediaan jasa, atau bahkan kombinasi keduanya. Dari toko kecil sampai perusahaan teknologi besar, bisnis ada di mana-mana! Misalnya, toko madura di depan rumahmu bisa menjadi tempat kamu belanja kebutuhan sehari-hari, sementara perusahaan teknologi seperti Google membantu kamu mencari informasi dengan cepat.

Jenis-Jenis Bisnis
- Bisnis Kecil dan Menengah (UMKM)
Ini adalah bisnis yang dimulai dengan modal kecil. Contohnya adalah kafe lokal yang menyajikan kopi dan makanan ringan, atau toko online yang menjual pakaian unik. UMKM sering kali dimulai dari hobi atau keahlian tertentu, seperti membuat kue atau menganyam tas. Misalnya, seorang ibu rumah tangga yang suka membuat kue bisa memulai bisnis kue dari rumahnya dan menjualnya secara online.
- Bisnis Besar
Ini termasuk perusahaan besar yang memiliki banyak cabang, seperti supermarket besar atau perusahaan teknologi raksasa seperti Gojek atau Tokopedia. Bisnis besar biasanya memiliki struktur organisasi yang kompleks dan mempekerjakan ribuan orang. Contohnya, Apple yang memproduksi perangkat elektronik dan software. Mereka punya kantor dan pabrik di berbagai negara dan mempekerjakan jutaan orang di seluruh dunia.
- Bisnis Online
Bisnis yang seluruh operasinya dilakukan secara online. Cocok banget buat kamu yang melek teknologi! Contohnya adalah toko online seperti Shopee atau Tokopedia, yang memungkinkan kamu berbelanja tanpa harus keluar rumah. Bisnis online juga bisa berupa jasa, seperti konsultan digital atau tutor online yang memberikan kursus melalui platform digital.
Jenis-Jenis Bentuk Badan Usaha di Indonesia
- Perseroan Terbatas (PT)
Bentuk badan usaha yang memiliki status badan hukum dan modalnya terdiri dari saham-saham yang dimiliki oleh pendiri atau investor. PT sering digunakan untuk bisnis besar karena memiliki keuntungan dalam hal perlindungan hukum bagi pemiliknya.
- Perusahaan Perorangan
Jenis usaha yang dimiliki dan dikelola oleh satu orang. Ini biasanya digunakan untuk bisnis kecil seperti toko sembako atau jasa konsultasi.
- Firma (Fa)
Bentuk usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan nama bersama dan tanggung jawab yang bersifat pribadi atas kewajiban perusahaan.
- Persekutuan Komanditer (CV)
Bentuk usaha yang terdiri dari sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan, sedangkan sekutu pasif hanya menyertakan modal.
- Koperasi
Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang berlandaskan prinsip-prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Jenis-Jenis Perusahaan di Luar Indonesia
Di luar Indonesia, terdapat berbagai jenis perusahaan yang masing-masing memiliki karakteristik dan struktur hukum berbeda. Berikut adalah beberapa bentuk perusahaan yang umum ditemukan:
- Sole Proprietorship (Kepemilikan Tunggal)
Sole proprietorship, atau kepemilikan tunggal, adalah bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh satu orang. Pemilik bertanggung jawab penuh atas semua kewajiban yang timbul dari bisnis, termasuk biaya operasional dan utang. Semua aset bisnis, seperti infrastruktur komputer, inventaris, dan properti lainnya, dimiliki oleh pemilik tunggal.
- Partnership (Kemitraan)
Partnership adalah bisnis yang dimiliki oleh dua orang atau lebih. Dalam kebanyakan bentuk kemitraan, setiap mitra memiliki tanggung jawab tidak terbatas atas utang yang ditimbulkan oleh bisnis. Tiga jenis kemitraan yang umum adalah general partnership, limited partnership, dan limited liability partnership.
- Corporation (Korporasi)
Corporation adalah entitas bisnis yang memiliki kepribadian hukum terpisah dari pemiliknya. Pemilik korporasi memiliki tanggung jawab terbatas, dan perusahaan dapat dimiliki oleh pemerintah atau swasta, serta dapat beroperasi untuk mencari keuntungan atau sebagai organisasi nirlaba. Korporasi milik swasta biasanya dimiliki oleh pemegang saham yang memilih dewan direksi untuk mengelola perusahaan.
- Cooperative (Koperasi)
Cooperative, atau koperasi, adalah bisnis dengan tanggung jawab terbatas yang dapat beroperasi untuk mencari keuntungan atau tidak. Koperasi memiliki anggota, bukan pemegang saham, yang berbagi wewenang dalam pengambilan keputusan. Koperasi umumnya dibagi menjadi koperasi konsumen dan koperasi pekerja.
- Limited Liability Company (LLC)
Limited Liability Company (LLC) adalah jenis organisasi bisnis yang melindungi pemilik atau pemegang saham dari kegagalan bisnis dengan beroperasi di bawah entitas hukum terpisah yang memiliki perlindungan hukum tertentu.
- Franchise (Waralaba)
Franchise adalah sistem di mana pengusaha membeli hak untuk membuka dan menjalankan bisnis dari korporasi yang lebih besar. Waralaba banyak ditemukan di Amerika Serikat dan merupakan kekuatan ekonomi yang signifikan.
- Company Limited by Guarantee
Perusahaan jenis ini biasanya dibentuk untuk tujuan non-komersial seperti klub atau badan amal. Anggota menjamin pembayaran sejumlah tertentu jika perusahaan mengalami likuidasi insolvensi, tetapi tidak memiliki hak ekonomi terhadap perusahaan.
- Company Limited by Shares
Jenis perusahaan ini paling umum digunakan untuk usaha bisnis, di mana tanggung jawab setiap pemegang saham terbatas pada jumlah yang diinvestasikan. Perusahaan ini bisa berupa perusahaan publik atau privat.
- Hybrid Entities
Beberapa perusahaan memiliki karakteristik hibrida, seperti perusahaan terbatas dengan modal saham, yang umumnya digunakan untuk tujuan non-komersial tetapi sebagian didanai oleh investor yang mengharapkan keuntungan.
Komponen Penting dalam Bisnis
- Produk atau Jasa
Apa yang kamu tawarkan? Apakah itu barang fisik, jasa, atau produk digital? Misalnya, jika kamu memiliki keterampilan dalam desain grafis, kamu bisa menawarkan jasa desain logo atau poster. Atau, jika kamu suka memasak, kamu bisa menjual makanan khas yang kamu buat sendiri.
- Pasar
Siapa yang akan membeli produkmu? Memahami pasar sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Misalnya, jika kamu menjual pakaian anak-anak, pasar targetmu adalah orang tua yang memiliki anak di usia tertentu. Kamu harus memahami kebutuhan dan preferensi pasar targetmu agar bisa menawarkan produk yang mereka butuhkan.
- Keuntungan
Tujuan utama bisnis adalah menghasilkan uang lebih banyak daripada yang dikeluarkan. Keuntungan bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis atau diinvestasikan kembali untuk meningkatkan kualitas produk atau jasa. Misalnya, jika kamu menjual kopi, kamu bisa menginvestasikan keuntunganmu untuk membeli mesin kopi yang lebih baik atau memperluas tempat usahamu.
Mengapa Bisnis Itu Menarik?
- Kebebasan Finansial
Dengan menjalankan bisnis, kamu bisa menentukan penghasilanmu sendiri dan memiliki kebebasan finansial. Kamu nggak perlu lagi bergantung pada gaji bulanan dan bisa mengejar impianmu dengan lebih bebas. Misalnya, jika kamu memiliki bisnis sukses, kamu bisa memutuskan untuk bepergian ke tempat yang kamu impikan tanpa harus khawatir tentang uang.
- Inovasi dan Kreativitas
Bisnis memberi ruang untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu yang baru dan menarik. Misalnya, jika kamu memiliki ide unik untuk aplikasi baru, kamu bisa mengembangkannya dan memasarkannya kepada publik. Inovasi bisa membantu kamu menjadi pemimpin dalam industri tertentu dan membuat perbedaan yang signifikan.
- Dampak Sosial
Bisnis yang sukses bisa memberikan dampak besar, seperti membuka lapangan kerja atau mendukung komunitas lokal. Contohnya, sebuah kafe lokal yang sukses bisa memberikan pekerjaan bagi warga sekitar dan menjadi tempat berkumpul bagi komunitas. Bisnis juga bisa berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Tips Memulai Bisnis untuk Generasi Muda
- Temukan Ide yang Kamu Suka
Passion adalah kunci! Pilih bidang yang kamu sukai agar kamu bisa terus semangat. Misalnya, jika kamu suka memasak, kamu bisa memulai bisnis katering atau membuka restoran kecil. Ketika kamu menikmati apa yang kamu lakukan, pekerjaan nggak akan terasa seperti beban.
- Belajar dari Kesalahan
Jangan takut gagal. Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga. Kesalahan bisa membantu kamu menemukan cara yang lebih baik untuk menjalankan bisnismu. Misalnya, jika kamu gagal dalam memasarkan produk tertentu, kamu bisa belajar dari itu dan mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif.
- Gunakan Teknologi
Manfaatkan media sosial dan platform digital untuk memasarkan bisnismu. Misalnya, kamu bisa menggunakan Instagram untuk mempromosikan produkmu dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Teknologi juga bisa membantu kamu mengelola bisnis dengan lebih efisien, seperti menggunakan aplikasi untuk mengatur keuangan atau mengelola stok.
Kesimpulan
Bisnis adalah petualangan yang menantang tapi juga penuh dengan peluang. Bagi Gen Z dan Alpha, yang tumbuh dengan teknologi di ujung jari mereka, dunia bisnis adalah ladang bermain yang penuh dengan potensi. Jadi, apakah kamu siap untuk memulai perjalanan bisnismu? Dengan semangat dan kreativitas, kamu bisa mengubah ide-ide kreatifmu menjadi bisnis yang sukses dan berdampak positif bagi masyarakat. Selamat menjelajahi dunia bisnis!